SEMARANG, iNews.id - Misteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa (18), warga Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, masih terus diselidiki polisi. Lebih dari satu tahun berlalu sejak Mozza meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025, keberadaannya hingga kini belum ditemukan.
Polisi mengungkap fakta baru terkait pesan terakhir Mozza sebelum menghilang. Dalam pesan WhatsApp (WA) kepada orang tuanya, Mozza berpamitan hendak menemui seorang teman untuk mengantarkan laptop.
Namun, setelah penelusuran, alasan tersebut ternyata tidak terbukti. Teman yang disebut Mozza dalam pesannya mengaku tidak pernah memiliki janji bertemu dengannya.
Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, kasus orang hilang Mozza masih dalam tahap penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan berbagai informasi dan alat bukti untuk mengungkap keberadaan remaja tersebut.
"Sampai saat ini yang bersangkutan belum ditemukan. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan," ujar Bodia dikutip dari iNews Joglo Semar, Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan penyelidikan awal, Mozza diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 10.00 WIB setelah mengirim pesan kepada orang tuanya. Dalam pesan tersebut, Mozza menyampaikan hendak pergi mengantarkan laptop milik seorang teman di sekitar kawasan Makodam Semarang.
Namun, polisi menemukan fakta berbeda setelah memeriksa pihak yang disebut dalam pesan tersebut.
"Kami tidak bisa berasumsi terkait motif dari yang bersangkutan, saudari Mozza. Namun, berdasarkan informasi awal, yang bersangkutan sempat berpamitan hendak ke rumah temannya karena mengaku sudah memiliki janji. Namun setelah kami lakukan penelusuran, temannya mengaku tidak pernah memiliki janji dengan yang bersangkutan," kata AKP Bodia.
Polisi hingga kini belum menyimpulkan penyebab Mozza menghilang. Berbagai kemungkinan masih didalami berdasarkan hasil penyelidikan.
Dalam proses pencarian, polisi menemukan telepon seluler milik Mozza yang diduga telah dibuang. Ponsel tersebut menjadi salah satu barang bukti penting untuk menelusuri jejak keberadaan Mozza.
Penanganan kasus ini juga mendapat dukungan dari sejumlah satuan di Polda Jawa Tengah. Selain Polres Semarang, penyelidikan turut melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Siber, serta Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO).
"Terkait laporan tersebut, penanganannya sudah diback up oleh Ditreskrimum, Ditressiber, dan Ditres PPA-PPO. Kasus ini juga mendapat atensi dari Direktur. Namun, satu-satunya akses berupa telepon seluler milik yang bersangkutan sudah dibuang dan berhasil kami temukan pada tahun lalu," ucapnya.
Selain penelusuran digital, polisi juga mencari ke sejumlah wilayah. Bahkan, ayah Mozza, Singgih, ikut mendampingi petugas dalam proses pencarian hingga ke Jawa Timur.
"Yang bersangkutan, Singgih (Bapak Mozza) juga pernah mengikuti kegiatan kami hingga ke Jawa Timur," katanya.
Berdasarkan data kepolisian, saat meninggalkan rumah Mozza mengenakan baju putih lengan panjang, hijab, celana dengan warna yang belum diketahui, serta sandal.
Mozza juga diketahui mengendarai sepeda motor Honda Vario 125 warna hitam bernomor polisi H 5344 ALC tanpa membawa STNK. Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak dan menganalisis alat bukti yang telah ditemukan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait