KSP Moeldoko melakukan pengecekan dan melihat teknis produksi listrik PLTSa Putri Cempo, Sabtu (15/7). (R August)

"Masih perlu lahan 2 hektar sebenarnya dan baru terpenuhi 1,5 hektar. Sebenarnya hanya perlu luas, lahannya sudah ada. Nanti akan kami komunikasikan dengan Kementerian PUPR, jadi adal KLHK ada ESDM dan Kota Madya akan kami ajak beresin ini," ujarnya.

Direktur Utama SCMPP Elan Syuherlan mengatakan, perusahaannya telah mampu memproduksi listrik sejak Desember 2022 lalu. Hingga saat ini sudah ada 10 dari 20 mesin yang sudah diuji coba. Ditargetkan proses uji coba semua mesin selesai pada pertengahan Agustus nanti.

"Dalam satu jam, kita bisa menghasilkan listrik kira-kira 8 megawatt," katanya. Nilai investasi PLTSa Putri Cempo sebesar Rp300 miliar. Dari bulan Desember 2022 sebenarnya sudah dioperasikan, dengan bisa mengekspor 60 Megawatt ke PLN.

Dia menjelaskan, PLTSa Putri Cempo membutuhkan 550 ton sampah per hari yang diolah. Rata-rata sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo sebanyak 350 ton. Kekurangan akan diambilkan sampah lama yang sudah ada.

Saat ini, TPA Putri menyimpan 1,6 juta ton sampah. Dengan operasi penuh PLTSa Putri Cempo, diharapkan tumpukan sampah bisa dihilangkan.

"Suatu saat sampah di sini akan habis. Nanti Pemkot Solo akan kerja sama dengan Kabupaten sekitar untuk impor sampah ke sini. Yang bisa digunakan sampah kota, bukan sampah medis dan industri," ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network