“Jika mereka mengabaikan dan tetap bandel, mereka akan diisolasi mandiri di rumah hantu yang telah disediakan dari pemerintah desa selama dua minggu,” katanya.
Menurutnya, meski para pemudik yang sudah mendapat atau mempunyai surat keterangan rapid antigen, namun Satgas Covid-19 Desa Sepat tetap melakukan cek dan pemeriksaan.
“Surat keterangan kesehatan itu kan dari daerah asal perantaunya, tapi ketika pulang di kampung halamanya belum tentu sehat. Oleh sebab itu tim Satgas Covid-19 mulai dari tingkat RW hingga tingkat desa tetap memberlakukan isolasi mandiri d irumah masing-masing,” ujar Mulyono.
“Jika tetap ngeyel keluar dari rumah sebelum habis isolasi mandiri ancamanya adalah diisolasi mandiri di rumah hantu,” ujarnya.
Sementara pengawasan selain dilakukan oleh Satgas Covid-19. Kepala desa yang juga ketua Satgas Covid-19 ini juga membentuk Satgas Jogo Tonggo dari tingkat RT hingga tingkat RW yang berjumlah sekitar 100 orang.
Mereka terdiri dari karang taruna dan warga. Satgas Jogo Tonggo ini akan mengawasi dan memantau pemudik yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan orang.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait