GUNUNGKIDUL, iNews.id – Dampak pandemi corona mulai dirasakan pedagang Gunungkidul, Yogyakarta. Salah satunya pedagang sapi yang merugi karena sepinya pembeli jelang Ramadan.
Pedagang sapi di Pasar Hewan Siyonoharjo, Gunungkidul Novendra Desta mengaku pembelinya dari luar daerah tak bisa membeli dagangannya. Pembatasan di sejumlah lokasi membuatnya sulit menjual sapinya.
“Sekarang sepi, biasanya pembeli dari luar daerah. Sekarang tidak ada,” jelas pedagang sapi, Novendra Desta Ari Nugroho , Senin (20/4/2020).
Selain sepi, harga sapi dipasaran juga turun. Padahal pakan sapi selam wabah Covid-19 justru naik. Namun, jika tidak dijual pedagang juga mengeluarkan anggaran untuk membeli pakan terus menerus.
Dalam kondisi normal, dalam sehari dia bisa menjual 5 hingga 10 sapi. Namun saat ini hanya satu ekor saja, itu pun tidak pasti. Dulu setiap hari pasaran, banyak pembeli dari luar daerah berdatangan. Mulai dari Yogyakarta, maupun sejumlah daerah di Jawa Tegah da Jawa Timur.
“Dimana-mana ada pembatasan. Pedagang tidak bisa masuk,” ucapnya.
Pedagang sapi yang lain, Husain Ahmad Saifudin mengatakan, kerugian dari setiap ekor sapi bervariasi, antara Rp500.000 hingga Rp1 juta. Sepinya pasar dan tidak ada permintaan dari luar daerah membuat harga sapi terus menurun. Sementara harga pakan sapi justru naik.
“Harga sapi turun, tetapi pakan malah naik. Pedagang yang rugi,” ucapnya.
Para pedagang ini berharap agar pandemi covid-19 bisa segera pulih dan mereka dapat berjualan seperti biasanya.
Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait