Dikatakannya, penggunaan rumah susun akan menggunakan sistem berbayar, sehingga para pekerja harus menyewa dengan ketentuan harga yang sudah ditetapkan.
"Jadi nanti berbayar, rusun itu kami sewakan. Adapun tarif sewa untuk setiap barak nantinya akan ditentukan dengan melibatkan pemerintah daerah," katanya.
Pembangunan rumah susun di KITB terbagi menjadi tiga paket pekerjaan, yaitu paket pertama sebanyak 4 menara setinggi 5 lantai dengan jumlah 88 barak, kemudian paket dua sebanyak 3 menara setinggi 5 lantai dengan jumlah 66 barak, dan paket tiga sebanyak 3 menara setinggi 5 lantai dengan jumlah 66 barak.
Galih mengatakan, progres infrastruktur di Kawasan Industri Terpadu Batang sudah berjalan sesuai jadwal, bahkan sarana jalan sudah hampir 100 persen.
Adapun untuk infrastruktur pendukung lain seperti air bersih, air limbah, sampah, dermaga, dan gas masih dipersiapkan. Namun untuk ketersediaan air diharapkan selesai di awal 2023, kemudian air limbah dan sampah selesai pertengahan 2023.
"Demikian juga untuk pembangunan dermaga diharapkan dapat selesai pada awal 2024," katanya.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait