"Kami sudah memasang garis benang dan sejumlah titik untuk mengetahui jumlah strukturnya. Hingga saat ini, belum mengetahui luasan dan kedalamannya berapa meter dan baru dapat diketahui pada hari terakhir nanti," katanya.
Dia menjelaskan pihaknya hingga saat ini, belum bisa memastikan situs tersebut peninggalan dari agama apa. Namun, apabila dilihat dari jenis situs pada permukaannya benda purbakala itu, mengarah pada Agama Hindu.
"Kami sebenarnya belum bisa menyimpulkan, namun kalau melihat pada permukaan situs yang di luar, sepertinya milik Agama Hindu. Kami baru menemukan dua situs yang dipermukaan tanah," katanya.
Menurut Kepala Desa Tlawong Joko Tri Wijianto warga mengetahui adanya situs di areal persawahan tersebut sudah ada sejak lama. Situs tersebut menjadi cerita turun-temurun dari nenek moyang.
Pihaknya kemudian mendapat informasi dari Disdikbud Boyolali bahwa situs tersebut akan dilakukan pemugaran. Karena tanah ini sudah sertifikat hak milik (SHM) maka apabila akan dilakukan penggalian, Disdikbud sudah melakukan koordinasi dengan pemilik lahannya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait