Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Anjar Waskito didampingi Kasatreskrim AKP Kresnawan Hussein menjelaskan kronologi peristiwa pemuda tewas saat tengah berlatih silat (Bramantyo)
Bramantyo

KARANGANYAR, iNews.id – Kasus kematian pemuda tewas saat latihan silat menggegerkan warga Bloran RT 2/1 Desa Gempolan, Kerjo, Kabupaten Karanganyar. Korban adalah Agil Hariyaji (21), tewas saat latihan silat di Lapangan Desa Karangrejo.

Lulusan SMK ini dua kali sempat mengalami kejang-kejang saat latihan hingga dilarikan ke Puskesmas Kerjo. Namun sebelum tiba di Puskesmas, Agil telah dinyatakan meninggal dunia.

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Anjar Waskito mengatakan sekira pukul 02.30 WIB, Kamis (5/5) pihaknya mendapatkan laporan adanya warga yang meninggal dunia saat latihan silat.

"Semalam sekira pukul 02.30 WIB, kita mendapatkan laporan bahwa ada warga yg sedang latihan bela diri silat kemudian meninggal di Kerjo. Petugas Reskrim kemudian mendatangi TKP dan menemukam satu orang atas nama Agil sudah tidak dalam keadaan tak bernyawa," kata Kompol Purbo saat ditemui di kamar mayat RSUD Kartini Karanganyar, Jumat (6/5/2022).

Menurut Kompol Purbo, saat ini 11 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi. Pihaknya belum menentukan tersangka dalam kasus ini. "Dalam perkara ini ini sudah diperiksa 11 orang. Kami belum menentukan tersangka dalam kasus ini masih dalam pemeriksaan," sebutnya. 

Dia mengatakan, dari keterangan para saksi, korban saat latihan silat, sempat menerima tendangan dan pukulan dari salah satu pelatih berinisial S. Korban mengalami kejang-kejang dan oleh pelatih lainnya, korban langsung dibawa ke puskesmas. 

"Saat perjalanan ke puskesmas, korban sempat kejang-kejang sebelum akhirnya tak bergerak lagi. Sesampainya di puskesmas, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," ungkapnya.

Untuk melengkapi pemeriksaan, kata dia, saat ini tengah dilakukan autopsi oleh Tim Forensik Polda Jateng. Autopsi ini sangat dibutuhkan untuk melengkapi proses pemeriksaan dan penyelidikan.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan jenazah oleh tim forensik dari polri. Proses autopsi sedang dilaksanakan sehingga nanti jelas penyebab kematian dari korban," ujar Kompol Purbo.

Dia mengatakan dari keterangan sementara dari saksi, belum diketahui korban mendapatkan berapa kali pukulan. Dari semua keterangan para saksi, ungkap Purbo, pukulan itu dilakukan sebagai bagian bentuk penguatan. Dan setelah pemukulan sebagai penutup dilakukan tendangan.

"Untuk jumlah pukulan di badan korban masih kita dalami sesuai keterangan saksi mata. Tentunya antara saksi keterangan berbeda-beda. Karena kondisi (kejadian) malam. Dan tidak semuanya fokus kepada korban," ujarnya.

Yang pasti, selama proses penyelidikan, untuk sementara jalannya latihan silat di lokasi kejadian perkara (TKP) dihentikan.

"Saat ini di TKP masih jadi status Quo kita artinya di situ belum boleh dilakukan kegiatan apa pun. Terkait dengan TKP jika sudah dinyatakan clear sudah tidak jadi status quo lagi tentunya kita buka dan dikembalikan lagi sesuai fungsinya," katanya.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT