Saat ditelusuri, ternyata banjir itu adalah air kiriman dari sungai yang berhulu di wilayah Kaupaten Semarang alias daerah di atas lokasi terdampak.
Pihaknya sempat mengundang Sekda Kabupaten Semarang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut perihal banjir ini.
"Daerah hulunya kita suka nggak suka dikonservasi, di daerah aliran sungai mesti ketat," ujar mantan anggota DPR ini.
Dia meminta pembukaan lahan hanya semata-mata mementingkan sisi bisnis. Perubahan iklim sudah terlihat, maka perlu pencegahan agar tak terjadi musibah bencana.
Editor : Ahmad Antoni
gubernur jateng ganjar pranowo Daerah Aliran Sungai banjir kota solo perubahan iklim kota semarang modifikasi cuaca
Artikel Terkait