PEMALANG, iNews.id – Pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet sejak akhir Desember lalu, kembali diintensifkan. Basarnas Semarang mengerahkan sedikitnya 70 personel gabungan yang terdiri atas tim inti dan relawan berkualifikasi khusus untuk menyisir lereng gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.
Staf Basarnas Semarang, Handika Hengki, menjelaskan bahwa proses pencarian dimulai sejak Selasa (6/1/2026) pagi. Meskipun antusiasme relawan sangat tinggi mencapai 120 orang, hanya 70 orang yang lolos setelah melalui seleksi ketat.
"Kami memutuskan hanya memberangkatkan 70 orang yang terbagi dalam empat tim. Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko di lapangan. Kami memprioritaskan mereka yang memiliki spesifikasi dan keahlian di medan pendakian," ungkap Handika kepada awak media.
Hingga Selasa siang, puluhan personel tersebut dilaporkan telah melewati Pos 1 jalur pendakian. Skema pencarian kali ini dibagi ke beberapa titik strategis berdasarkan keterangan saksi kunci.
Tiga tim diarahkan untuk melakukan penyisiran dari Pos 3 hingga Pos 5 ke arah bawah. Sementara itu, tim lainnya difokuskan melakukan penyapuan (sweeping) di area puncak aliran air yang merupakan batas vegetasi, tepatnya di perbatasan jalur Baturaden, Kabupaten Banyumas.
Lokasi tersebut dipilih merujuk pada kesaksian Himawan, rekan mendaki Syafiq. Sebelum mereka terpisah, Syafiq dikabarkan mengalami kram otot yang cukup parah sehingga menghambat perjalanannya dan berujung pada hilangnya arah (tersesat).
Ayah Ikut Terjun Mencari Anaknya
Pemandangan berbeda dalam operasi kali ini. Basarnas memberikan izin khusus kepada ayah kandung korban, Dhani, untuk ikut serta dalam tim pencarian. Mengingat cuaca di sekitar Gunung Slamet terpantau cukup cerah, pihak keluarga berharap kehadiran mereka dapat mempercepat proses penemuan Syafiq.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait