Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penindakan tersebut. Dia mengatakan, pelaku diduga akan menjual elpiji di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Polisi selanjutnya menangkap pelaku beserta barang bukti berupa mobil pikap, 200 tabung elpiji, dan sejumlah barang bukti lainnya ke Mapolres Blora.
"Pada saat diinterogasi, penyelundupan elpiji 3 kilogram tersebut rencananya akan dijual ke Kabupaten Blora," ujar AKBP Wawan.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Cipta Kerja dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait