"Dan kita kasih view Indonesia ke depan seperti apa dan dunia seperti apa. Dan mereka menyiapkan diri agar menjadi mahasiswa kreatif, adaptif dan mereka tidak mengecewakan orangtuanya," ujarnya.
Bagi Ganjar, mahasiswa harus mendapatkan informasi yang cukup dan imun kecerdasan yang lengkap. Selain itu juga intelektual, spiritual, serta emosional.
"Maka nilai idelogis pun kita sampaikan kepada mereka di tengah situasi dunia yang seperti ini. Kata Bung Karno bener loh ya, kita mesti berdikari dalam bidang ekonomi termasuk dalam pangan. Maka anak-anak tadi juga menyampaikan kekuatan pangan nasional yang sebenarnya itu bisa jadi lahan garapan agar kita makin mandiri, itu keren," ujar Ganjar.
Dalam sesi dialog, Ganjar mengaku terkesan dengan mahasiswa baru bernama Fahrian Fauzi. Mahasiswa baru jurusan Hukum itu dinilai berani memberikan kritik kepada penegak hukum negeri ini.
"Saya juga terkesan satu mahasiswa baru hukum yang menyampaikan ktirik pedasnya pada penegak hukum. Saya kira itu bagian cara mengasah intelektualitas untuk dia bisa berpikir kritis, analitis, sistematis, tapi sopan," katanya.
Dia berharap, Unisula dapat memberikan kesempatan belajar bagi mahasiswa untuk membekali mereka dalam mengambil sikap kelak.
"Bagaimana cara mencegah korupsi ini keren dan mahasiswa sudah terbuka dari sekarang. Saya yakin Unissula juga memberikan ruang kepada mahasiswa untuk ekspensif, tidak akan direpresi tapi juga dididik juga antikorupsi," ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
gubernur jateng ganjar pranowo universitas islam sultan agung unissula mahasiswa baru kenaikan harga bahan bakar minyak antikorupsi bung karno
Artikel Terkait