Dalam pengakuannya kepada polisi, HES menyebut memotong tubuh ayahnya menjadi 10 bagian, lalu membuangnya ke sungai secara bertahap. Namun, polisi masih mendalami pengakuan tersebut dan menelusuri bukti untuk memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya.
Kasus ini turut menjadi perhatian setelah pengakuan HES beredar di media sosial. Keluarga dan tetangga menyebut Waslam sudah tidak terlihat selama beberapa bulan terakhir.
HES diduga menutupi keberadaan ayahnya dengan mengatakan bahwa Waslam sedang bekerja sebagai pedagang siomai di Kota Tegal. Polisi masih melanjutkan penyelidikan, termasuk mencari bagian tubuh korban dan memeriksa barang bukti yang telah ditemukan.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait