Ia juga mengenyam pendidikan formal di SDN Gintungan, PGA Ma'arif Berjan, MTs Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo, Mojoroto, Kediri, MA Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo, Mojoroto, Kediri, STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta.
Sepeninggal KH Muhammad Nawawi pada tahun 1982, Pondok Pesantren An-Nawawi dilanjutkan oleh KH Achmad Chalwani. Pesantren semakin berkembang pesat dan banyak santri dari berbagai daerah datang untuk menuntut ilmu. Bahkan santri ada yang datang dari luar negeri, seperti Malaysia.
Profil KH Achmad Chalwani, KH Achmad Chalwani memimpin pesantren selaras dengan perkembangan zaman namun tidak meninggalkan ciri khas pesantren salafiyahnya. Beliau mengirim sejumlah da'i muda ke berbagai daerah terbelakang.
Peristiwa penting yang terjadi pada periode ini adalah diubahnya nama Pondok Pesantren Roudlotut Thullab menjadi Pondok Pesantren An-Nawawi pada 6 Januari 1996 atau 16 Syakban 1416 H.
Profil KH Achmad Chalwani, KH Achmad Chalwani mengintegrasikan pendidikan salafiyah serta pendidikan formal dengan mendirikan madrasah. Diawali dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs), kemudian diikuti dengan Madrasah Aliyah (MA), serta Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) An Nawawi. Kini terdapat sekitar 2.000 santri.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait