Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. (Foto: Istimewa)

Menurut dia, kuatnya respons publik terhadap isu reshuffle ini sebagai sesuatu yang wajar dan baik. Hal ini menunjukkan kepedulian publik terhadap pemerintah serta adanya semacam ketidakpuasan masyarakat akan kinerja pembatu Presiden. Para menteri dituntut bekerja optimal untuk kepentingan rakyat.

Namun demikian, lanjut dia, Presiden juga tetap harus mempertimbangkan suara publik tentang menteri-menteri yang dianggap tidak punya kinerja baik. Mendikbud Nadiem, sambung Huda, adalah salah satu menteri yang disorot kuat oleh publik. 

Sedangkan nama Abdul Mu'ti yang saat ini digadang-gadang menggantikan posisi Nadiem, memang memiliki pemahaman yang baik terhadap kompleksitas masalah pendidikan di tanah air.

"Saya pikir kalau Mas Mu’ti diberikan amanah oleh Presiden, akan memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan tanah air. Beliau adalah sosok pendidik, track record nya jelas serta paham terhadap peta persoalan pendidikan di Indonesia," katanya.

Sementara itu, Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti saat dikonfirmasi mengenai ini, tidak berbicara banyak. Dia mengaku belum ada komunikasi dari pihak Istana kepada dirinya ataupun kepada Muhammadiyah secara kelembagaan. "Sampai sekarang tidak ada komunikasi. Hanya tahu dari berita media. Wait and see saja," ujarnya singkat. 


Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network