Rumah tua di Sragen roboh dan menimpa Satiyem (82), lansia yang tinggal seorang diri hingga meninggal dunia. (Foto: dok Polri)

SRAGEN, iNews.id - Sebuah rumah tua di Dukuh Dimoro, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, tiba-tiba roboh dan menimpa seorang perempuan lanjut usia yang tinggal seorang diri. Korban bernama nenek Satiyem (82) meninggal dunia setelah sempat dievakuasi warga.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Suara gemuruh keras akibat bangunan ambruk membuat warga sekitar langsung bergegas menuju lokasi.

Saat warga tiba, rumah yang diketahui sudah lama dalam kondisi miring itu telah runtuh. Korban ditemukan tertimpa reruntuhan bangunan di bagian teras rumah.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari membenarkan kejadian rumah roboh tersebut. Menurut dia, warga langsung melakukan pertolongan setelah mendengar suara robohan.

“Warga mendengar suara gemuruh yang cukup keras. Setelah menuju sumber suara, diketahui rumah yang ditempati korban telah roboh dan korban berada dalam posisi tertimpa bangunan di bagian teras,” kata AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, Senini (14/8/2026).

Warga kemudian berupaya mengangkat tubuh Satiyem dari reruntuhan bangunan. Saat berhasil dievakuasi, korban masih dalam kondisi hidup dan masih bisa bernapas.

Korban bahkan sempat diberi minum oleh warga sekitar. Namun, kondisi Satiyem kemudian memburuk.

Korban mengeluhkan sakit pada bagian dada dan mengalami sesak napas. Tidak lama kemudian, Satiyem dinyatakan meninggal dunia.

Petugas Polsek Gondang bersama Pamapta Polres Sragen, Tim Inafis, tenaga medis Puskesmas Gondang, Koramil Gondang, BPBD, PMI, serta relawan langsung melakukan penanganan di lokasi.

Dari pemeriksaan luar, Tim Inafis Polres Sragen bersama tenaga medis menemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

Luka tersebut berupa memar pada bahu kiri hingga lengan kiri serta luka lecet pada bagian lengan kanan.

Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Menurut keterangan warga, Satiyem selama ini tinggal seorang diri di rumah berukuran sekitar 6 x 8 meter tersebut.

Korban diketahui tidak memiliki anak maupun keturunan dan menempati bangunan yang berdiri di atas tanah milik orang lain.

Warga menyebut kondisi rumah tersebut memang sudah lama tidak layak ditempati. Sebelum roboh, bangunan itu diketahui dalam kondisi miring dan nyaris runtuh.

“Korban saat dievakuasi warga masih dalam keadaan hidup, kemudian tidak lama setelah itu dinyatakan meninggal dunia,” kata Kapolres.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network