Kehadiran kader Ansor dan Banser dalam acara ini mempertegas komitmen mereka untuk tetap solid mendampingi tokoh-tokoh NU.
"Doa adalah senjata utama. Malam ini kami menyatukan energi positif untuk Gus Yaqut. Kami ingin beliau tahu bahwa beliau tidak sendiri," ujar salah satu perwakilan kader Ansor.
Majelis ditutup dengan pembacaan surat Al-Fatihah yang dikhususkan untuk Gus Yaqut dan keluarga. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol dukungan bagi seorang tokoh, tetapi juga berhasil memperkuat simpul ukhuwah antara dunia pesantren dan gerakan pemuda di wilayah Kabupaten Semarang.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait