Siswa SD di Pemalang meninggal setelah dirawat sembilan hari, sempat mengeluh sakit perut dan mengaku dipukul tiga kakak kelas. (Foto: iNews).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menyatakan telah menerima informasi mengenai dugaan tindak kekerasan di sekolah tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang Nurkholes menegaskan, tidak akan menoleransi kekerasan di lingkungan sekolah dan akan melakukan evaluasi.

Yang jelas pemerintah tidak menolerir adanya bullying atau perundungan dan kita harap kejadian ini yang terakhir," ujar Nurkholes.

Untuk mengetahui penyebab kematian, jenazah korban menjalani autopsi di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. Proses autopsi dilakukan tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah.

Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk mencari informasi untuk memastikan rangkaian peristiwa yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

"Pagi ini kami sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban," ucap Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan.

Setelah proses autopsi selesai, jenazah korban dimakamkan pada Kamis sore. Keluarga berharap polisi mengusut secara tuntas dugaan kekerasan yang dialami korban.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network