Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto. (Istimewa)
Carlos Roy Fajarta

JAKARTA, iNews.id - Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) telah melakukan pergantian anggotanya di DPR RI. Ketua Komisi III DPR Herman Herry resmi dipindahkan menjadi anggota Komisi VII DPR RI.

Jabatan yang ditinggalkan Herman, kini ditempati oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDI Perjuangan Bambang Wuryanto yang sebelumnya berada di Komisi VII.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul yang diketahui memiliki gelar Ir dan MBA itu merupakan anggota PDI Perjuangan dengan daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IV.

Pria kelahiran Sukoharjo pada 17 Juli 1956 itu moncer menjadi anggota DPR selama empat periode yakni 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024.

Pacul diketahui sebagai loyalis dari Ketua DPR RI Puan Maharani yang juga merupakan Ketua DPP PDI Perjuangan. Bambang Pacul selama ini kerap melontarkan kritikan maupun sindiran terhadap kader PDI Perjuangan yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selama beberapa waktu terakhir.

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah itu menilai Ganjar Pranowo intensitas pencitraan Ganjar di media sosial dan media massa terlalu tinggi. 

Bahkan DPD PDIP Jateng tak mengundang Ganjar Pranowo dalam acara Pembukaan Pameran Foto Esai dan Bangunan Cagar Budaya yang dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani berikut seluruh kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan pada Sabtu (22/5/2021). Di acara tersebut bahkan Puan Maharani menyindir Ganjar Pranowo.

"Pemimpin itu ke depan adalah pemimpin yang ada di lapangan bukan di sosmed. Pemimpin yang memang dilihat sama teman-temannya, sama orang-orangnya yang mendukungnya ada di lapangan, bukan hanya di media. Sosmed perlu, media perlu, tapi bukan itu saja, tapi memang nyata kerjanya itu di lapangan", ujar Puan Maharani di Kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaen Semarang, Sabtu (22/5/2021). 

Bambang Pacul juga kian disorot publik terkait polemik Banteng vs Celeng. Ia awalnya menentang keras deklarasi relawan yang mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres di Pilpres 2024.

"PDIP itu adalah barisan yang mendapat perintah. Jadi siapa pun yang merasa jadi barisan PDIP, harus berada di barisan, barisan yang diperintah. Kalau ada pengurus yang bicara di luar perintah partai artinya apa? Keluar dari barisan. Kalau keluar dari barisan ya siap untuk tidak di barisan, ya dikeluarkan oleh komandannya. Di militer juga gitu, keluar dari barisan ya out," ujar Bambang Pacul, Sabtu (9/10/2021).

"Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apa pun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng. Itu untuk menunjukkan garis yang benar. Di Kongres V itu jelas capres-cawapres di tangan ketua umum," tegas Bambang Pacul.

Sebagaimana diketahui, dua kader PDI Perjuangan yakni Ganjar Pranowo dan Puan Maharani menjadi perhatian publik karena persaingan keduanya menuju pentas Pilpres 2024.

Awalnya dan hingga saat ini sosok Puan Maharani kian terpampang di seluruh penjuru negeri dengan foto dirinya yang terpajang di berbagai billboard kota-kota besar di Indonesia. 

Sedangkan dukungan kepada Ganjar Pranowo kian menjamur dengan berbagai dukungan dari sejumlah kelompok relawan.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT