"Kami sedang memetakan lokasi yang aman dari pergerakan tanah. Nantinya warga akan dibuatkan Hunian Sementara (Huntara) yang kemudian akan diproses menjadi Hunian Tetap (Huntap)," kata Ahmad Luthfi saat menemui para pengungsi.
Bencana ini bukan pertama kalinya terjadi; wilayah Desa Padasari tercatat sudah dua kali dilanda pergerakan tanah hebat dalam beberapa tahun terakhir. Selain warga desa, ratusan santri dari Pondok Pesantren Al-A’dalah juga terpaksa dievakuasi. Sebagian santri ditempatkan di lokasi pengungsian yang aman, sementara sebagian lainnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing demi keselamatan.
Pemerintah terus mengimbau warga di area perbukitan Jatinegara untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang masih tinggi dapat memicu pergerakan tanah susulan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait