Di lokasi tanggul yang jebol, petugas gabungan dari BPBD Kota Pekalongan, TNI, Polri, relawan, hingga warga terus berjibaku melakukan penutupan darurat. Penutupan dilakukan secara manual menggunakan ribuan karung berisi tanah dan pasir (sandbag).
Kepala BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto mengatakan, posisi Sungai Bremi memang sudah berada di atas ketinggian pemukiman akibat fenomena rob dan penurunan tanah yang masif.
"Kami fokus menutup titik yang jebol menggunakan tanggul darurat. Diperkirakan proses ini memakan waktu tiga hari. Kami berharap dengan tertutupnya tanggul ini, aliran air bisa dikendalikan dan banjir tidak semakin meluas ke wilayah lain," kata Budi.
Diketahui, tanggul sepanjang 3 kilometer yang membentang di sisi Sungai Bremi memiliki beberapa titik rawan yang berisiko kembali jebol jika debit air terus meningkat. Petugas terus memantau titik-titik rawan tersebut sembari menunggu air di pemukiman mulai surut.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait