Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi kedua korban. Proses tersebut melibatkan Destana, TNI, Polri, Trantibum Kecamatan Watukumpul, pemerintah desa, serta sejumlah unsur terkait.
Petugas melakukan evakuasi dengan hati-hati karena kedua korban berada di bawah timbunan tanah dalam galian. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa untuk menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas Cikadu Watukumpul.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter Wahyu Santoso menyebut Ahmad Munir mengalami luka pada pelipis kepala dan lebam pada wajah. Sementara Tamrin mengalami cedera kepala berat serta luka pada siku kanan.
Pemeriksaan medis menyimpulkan kedua korban meninggal akibat kekurangan oksigen setelah tertimbun material tanah.
Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, jenazah Tamrin dan Ahmad Munir diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Camat Watukumpul Arief Rachman Hakim mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dengan disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait