Korban penembakan saat berada di Rumah Sakit Kabupaten Kendal. (Foto: Istimewa)
Tim iNews.id

TEGAL, iNews.id – Insiden penembakan terjadi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Casbari (40), warga RT 22 RW 05 Desa Pedeslohor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal tewas akibat ditembak oleh Dirto (38) adik kandungnya. Diduga penembakan dipicu masalah keluarga.

Pelaku berhasil ditangkap polisi di salah satu masjid di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Pelaku langsung digelandang ke Mapolres Tegal.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafaat melalui Kasat Reskrim AKP Vonny Farizky membenarkan jika pihaknya sudah mengamankan pelaku penembakan Kakak kandungnya sendiri di Kabupaten Tegal.

"Sudah ditangkap Alhamdulilah. Dia ditangkap saat berada di masjid di Bumiayu. Dia melarikan diri dan ditangkap di Bumiayu," kata Vonny.

Terkait barang bukti yang diamankan dari pelaku, Vonny mengatakan, pihaknya saat ini akan fokus dalam pemeriksaan pelaku dan juga saksi.

Sementara, informasi yang dihimpun iNewsTegal.id di lapangan menyebutkan, korban penembakan Casbari yang merupakan duda beranak satu yang sehari-hari berjualan nasi goreng di Jakarta. korban juga diketahui memiliki adik yakni Dirto (39) yang berprofesi sebagai penjual ketoprak keliling di wilayah Bogor.

Kepada awak media, Rismono yang merupakan tetangga korban mengungkapkan, kalau korban mendatangi rumahnya pada Selasa (30/8/2022) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu kondisi korban sudah bersimbah darah di bagian kepala.

"Korban saat itu lari dari rumahnya menuju rumah saya dengan kondisi kepala yang terluka dan berlumuran darah, saat saya bertanya kenapa, korba menjawab kalau dirinya baru jasa ditembak oleh adiknya sendiri," ujar Rismono, Rabu (31/8/2022).

Melihat kondisi korban yang bersimbah darah, kata dia, dirinya dan ketua RT setempat langsung berinisiatif untuk membawa korban ke klinik Aisyah yang ada di Desa Pagiyanten. Kondisi korban yang sudah parah karena mengeluarkan banyak darah, akhirnya korban dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Singkil. 

"Namun sayang, nyawa korban tidak bisa ditolong dan menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 04.00 WIB," kata Rismono.

Sementara itu, sepupu korban, Sakup mengatakan, kalau keberadaan korban Kabupaten Tegal ini dalam rangka memulai usaha baru. Dirinya juga belum bisa memastikan ada motif apa kalau adik kandungnya tega menembak kakaknya sendiri hingga tewas.

"Rumah di Pedeslohor adalah rumah kedua orang tua korban. Sementara kedua orang tua korban menetap di Jakarta. Korban sudah tiga hari ini berada di Pedeslohor untuk memulai usaha barunya," ujarnya.

Terkait kejadian tersebut, AKP Vonny Farizky mengatakan, kalau ada beberpa saksi yang menengarkan adannya suara letupan senjata, tidak lama dari suara itu korban keluar rumah dengan memegang kepala yang terluka akibat tembakan.

"Korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, korban juga sempat menyebutkan nama," ujar Vonny.

"Korban mengalam luka di bagian kepala bagian belakang, ada luk tembakan, namun kami masih mendalami amunisi dan jenis senjata yang digunakan pelaku," ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT