Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto mengatakan, kebakaran menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp250 juta. Di sisi lain, petugas berhasil menyelamatkan aset lainnya yang nilainya lebih dari Rp500 juta.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada freezer penyimpanan daging. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini,” ujar Sumekto Hendri Kustanto.
Menurutnya, proses pemadaman turut didukung berbagai unsur sehingga api tidak meluas. Damkar Wonosobo mendapat bantuan dari TRC, Polsek Kertek, Koramil Kertek, relawan Kecamatan Kertek, serta masyarakat.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran tersebut. Meski toko mengalami kerusakan dan kerugian material, aset lain di sekitar lokasi berhasil diselamatkan.
Petugas mengimbau pemilik usaha untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan peralatan elektronik yang beroperasi dalam waktu lama.
Peralatan seperti freezer dan lemari pendingin perlu mendapat perhatian khusus karena terus bekerja untuk menjaga suhu penyimpanan.
Pemeriksaan dan perawatan berkala dinilai penting untuk mengantisipasi korsleting listrik yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tempat usaha yang menyimpan barang dalam jumlah besar.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait