Seorang balita saat mengikuti Posyandu di Karanggede Boyolali. Pemerintah diminta memperhatikan karakteristik daerah menyikapi stunting. (Ahmad Antoni, Sindonews)

Sementara itu, dikatakannya, riset tersebut berbicara perihal malnutrisi anak dan berfokus pada masalah stunting yang merupakan masalah malnutrisi anak paling berat di Indonesia.

"Kondisi ini juga tidak lepas dari dampak stunting bagi pertumbuhan anak dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa mendatang. Anak yang mengalami stunting, kemampuan kognitif dan intelektualitasnya kurang berkembang," katanya.

Dengan demikian, produktivitas kerja juga berkurang. Selain itu, menurut dia anak yang mengalami stunting berisiko penyakit lebih tinggi dibandingkan anak lain, khususnya penyakit tidak menular seperti diabetes, kolesterol, dan jantung.

Selain Tri Mulyaningsih dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dua dosen lain yang juga tergabung dalam kelompok riset tersebut yaitu Vincent Hadiwiyono dari FEB dan Vitri Widyaningsih dari Fakultas Kedokteran (FK).


Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya
Halaman :
1 2 3

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network