Salah satu korban, Rizki mengaku mengonsumsi makanan MBG milik adiknya yang masih SD. “Setelah makan langsung mual, pusing dan muntah. Menunya telor,” ucapnya.
Pemerintah daerah memastikan seluruh korban yang membutuhkan penanganan medis akan mendapat perawatan. Sementara itu, jumlah korban masih terus diperbarui seiring proses pendataan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Penelusuran juga masih dilakukan bersama pihak terkait, termasuk pemeriksaan sampel makanan. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah keluhan yang dialami para korban berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait