“Karena ini sangat urgent, kita akan pikirkan. Mudah-mudahan kita bisa bangun kembali, insya Allah setelah lebaran,” ujar Witiarso Utomo, Selasa (13/1/2026).
Dia menargetkan pembangunan jembatan pengganti dapat selesai sekitar bulan Maret sehingga kembali bisa digunakan warga untuk beraktivitas. Jembatan hanyut tersebut diketahui dibangun secara swadaya oleh masyarakat sejak tahun 1997. Jembatan ini menjadi jalur alternatif penting, terutama bagi anak-anak sekolah dasar.
Tanpa jembatan tersebut, warga dan pelajar harus memutar melalui jalan desa dengan jarak sekitar dua setengah kilometer untuk mencapai sekolah maupun pusat aktivitas. Hingga kini, warga berharap pembangunan kembali jembatan hanyut di Jepara dapat segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait