Hamparan rumput hijau di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, muncul akibat surutnya air selama musim kemarau dan menjadi daya tarik Sabana Sunset. (Foto: iNews).

BOYOLALI, iNews.id - Kemarau panjang membuat volume air Waduk Cengklik di Boyolali, Jawa Tengah, menyusut lebih dari 50 persen. Surutnya air justru memunculkan pemandangan tak biasa berupa hamparan rumput hijau menyerupai sabana yang kini menjadi daya tarik wisata dadakan.

Kawasan yang dikenal dengan sebutan Sabana Sunset tersebut ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hari. Mereka datang untuk bersantai, berfoto, memancing hingga menikmati makanan bersama keluarga sambil menunggu matahari terbenam.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus melewati jalan pematang sawah menggunakan sepeda motor. Setibanya di tepi waduk, mereka disuguhi hamparan daratan luas yang ditumbuhi rerumputan hijau.

Hamparan rumput hijau di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, muncul akibat surutnya air selama musim kemarau dan menjadi daya tarik Sabana Sunset. (Foto: iNews).

Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbenam dengan latar Gunung Merapi dan Merbabu. Pemandangan inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama Sabana Sunset.

Fenomena sabana dadakan tersebut muncul akibat menyusutnya air Waduk Cengklik selama musim kemarau. Dalam sebulan terakhir, semakin banyak daratan di sekitar waduk yang terbuka dan ditumbuhi rumput hijau.

Waduk yang berada di wilayah Kecamatan Sambi dan Ngemplak tersebut telah mengalami penurunan muka air selama lima bulan terakhir. Saat ini, volume air dilaporkan menyusut lebih dari 50 persen.


Editor : Kurnia Illahi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network