Wali murid berunjuk rasa di SD Negeri Kebondalem 01, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Senin (5/10/2026), mendesak proses hukum pelaku bullying terhadap siswa kelas 2 SD. (Foto: iNews TV)

PEMALANG, iNews.id – Ratusan warga dan wali murid menggelar aksi demonstrasi di SD Negeri Kebondalem 01, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Senin (5/10/2026).

Aksi demo dilakukan usai Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas 2 SD Negeri Kebondalem 01, meninggal dunia diduga mejadi korban perundungan (bullying) kakak kelas. Mereka menuntut kejelasan penanganan kasus dugaan perundungan tersebut.

Hasbi meninggal dunia, Rabu (30/9/2026) setelah sempat menjalani perawatan medis intensif akibat sakit selama dua pekan.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat mengaku kepada orang tua dan tim medis yang memeriksanya bahwa ia mengalami penganiayaan berupa pemukulan yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya.

Gelombang kemarahan warga kian memuncak setelah sejumlah wali murid lain membeberkan bahwa dugaan aksi perundungan dan pemalakan di sekolah tersebut kerap terjadi. 

"Anak saya sendiri pernah mengalami dugaan pemalakan yang dilakukan oleh kakak kelasnya di sekolah ini," ungkap salah satu wali murid, Winarni, Senin (5/10/2026). 

Kesaksian senada disampaikan Muntoha, orang tua alumnus sekolah tersebut. Dia membeberkan bahwa anaknya saat masih menimba ilmu di tempat yang sama juga pernah menjadi korban bullying. 

Menanggapi gejolak di masyarakat, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang Nurkholes menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menoleransi segala bentuk perundungan di lingkungan pendidikan. Pemkab Pemalang berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh serta membuka kanal pengaduan khusus bagi warga.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network