Setelah kemeriahan kirab dan rebutan gunungan di sore hari, rangkaian acara akan ditutup dengan pengajian akbar di balai desa pada Jumat malam. Melalui momentum ini, warga diajak merefleksikan kembali perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah shalat lima waktu sebagai fondasi utama ibadah umat Muslim.
Perpaduan antara ritual budaya dan nilai-nilai religius ini diharapkan dapat memperkuat kerukunan antarwarga serta menjaga identitas lokal di tengah arus modernisasi.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait