1.119 Pasangan di Batang Bercerai saat Pandemi Covid-19, Ekonomi Jadi Masalah Utama

Suryono Sukarno ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 08:45 WIB
1.119 Pasangan di Batang Bercerai saat Pandemi Covid-19, Ekonomi Jadi Masalah Utama
Ilustrasi (Foto: Antara)

BATANG, iNews.id - Selama pandemi Covid-19 angka perceraian di Kabupaten Batang, Jawa Tengah meningkat. Terhitung enam bulan terakhir kurang lebih sebanyak 1.119 berkas perceraian yang sudah diputus hakim pengadilan agama.

Dari pantauan iNews, kantor Pengadilan Agama Kelas 1 Batang dipadati warga yang mengurus perceraian. Bahkan mereka harus mengantre hingga ke luar gedung.

Hal tersebut sesuai aturan protokol kesehatan selama adaptasi kebiasaan baru jumlah pengunjung dibatasi. Sebagian dari mereka ada yang datang sendiri dan didampingi pengacara.

Salah alasan pasangan mengajukan cerai yakni perekonomian keluarga terpuruk sehingga memicu pertengkaran. Salah satu pengacara bahkan ada yang membawa berkas lima perkara sekaligus. Padahal biasanya hanya 10 orang dalam satu bulan.

"Sebelum ada pandemi memang sudah banyak. Tapi gara-gara pandemi jadi tambah banyak. Nomalnya ya 10 dalam sebulan, ini sampe 20 perkara," ucap pengacara Mei Restikowati, Selasa (28/7/2020).

Panitera kantor Pengadilan Agama Kelas 1B Kabupaten Batang, Saifudin menjelaskan dalam satu sementer Januari-Juni tercatat 1.119 berkas perceraian sudah selesai dan diputus hakim pengadilan. Sebagian besar yang menjadi penyebab pemohon dengan gugatan perceraian faktor ekonomi.

Sejak new normal, ada peningkatan pendaftaran pengajuan gugat cerai sebanyak 80 berkas pemohon setiap harinya. Dalam sehari pengadilan agama menggelar 15 perkara persidangan.

"Per hari itu 15 perkara persidangan. Mayoritas mereka memang mengaku masalah ekonomi. Perselisihan terus menerus hingga suami yang tidak bertanggung jawab," ucap Saifudin.

Tidak hanya perceraian yang meningkat, pengajuan sidang dispensasi pernikahan dini juga melonjak. Banyak pasangan nikah muda atau belum memenuhi persyaratan menikah yakni usia 19 tahun.


Editor : Nani Suherni