2 Korban Banjir Lahar Merapi di Magelang Belum Ditemukan, Polisi Terjunkan Anjing K-9
MAGELANG, iNews.id – Tim SAR gabungan terus berupaya mempercepat pencarian dua orang yang dilaporkan hilang terseret banjir lahar Gunung Merapi di Sungai Senowo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Pada pencarian hari ketiga, Kamis (5/3/2026), petugas menerjunkan anjing pelacak (K-9) dari Polresta Magelang untuk menyisir material banjir.
Penyisiran dimulai sejak pukul 08.00 WIB oleh tim gabungan yang terdiri atas Basarnas Unit Borobudur, Damkar, TNI, Polri, relawan, serta dibantu warga setempat. Fokus pencarian berada di sepanjang aliran Sungai Senowo yang dipenuhi material vulkanik.
Penggunaan anjing pelacak dinilai sangat krusial mengingat medan pencarian yang sulit. Aliran sungai saat ini tertutup material pasir, batu berukuran besar, hingga tumpukan sampah pepohonan yang terbawa arus saat banjir bandang terjadi pada Selasa lalu.
Koordinator Basarnas Unit Borobudur, Alif Yulianto mengungkapkan, kendala utama di lapangan adalah faktor cuaca dan ketebalan material yang menimbun lokasi.
"Di hari ketiga ini, kendala utama kami adalah cuaca yang tidak menentu serta banyaknya material pasir dan kayu yang memenuhi sungai, sehingga menyulitkan pencarian manual," ujar Alif Yulianto saat memberikan keterangan di lokasi.
Banjir lahar hujan yang terjadi pada Selasa kemarin disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar sejak erupsi hebat Merapi tahun 2010 silam.
Musibah ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi di puncak Gunung Merapi, yang menyebabkan debit air Sungai Senowo meluap tiba-tiba dan menyeret warga yang tengah beraktivitas di sekitar sungai.
Editor: Kastolani Marzuki