20 Tahun Dipasung Keluarga, Perempuan di Bayumas Dievakuasi Dinas Sosial

Saladin Ayyubi ยท Rabu, 12 Februari 2020 - 14:45 WIB
20 Tahun Dipasung Keluarga, Perempuan di Bayumas Dievakuasi Dinas Sosial
Proses evakuasi Puji Astuti warga Bayumas yang dipasung selama 20 tahun (Foto: iNews/Saladin Ayyubi)

BANYUMAS, iNews.id - Dinas Sosial dan Polresta Banyumas membebaskan Puji Astuti (48) yang dipasung keluarganya selama 20 tahun. Diduga, perempuan itu dikurung karena mengalami gangguan jiwa.

Puji Astuti, warga Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) dipasung keluarganya sejak usai 28 tahun. Bak sel penjara, tempat Puji tinggal pun dibuat dari jeruji besi. Bahkan, lokasinya pun terpisah dengan tempat tinggal warga.

Proses evakuasi cukup sulit karena Puji terus meronta dan mengamuk. Selang berapa lama, Puji yang lemas pun bisa dievakuasi ke rumah sakit umum (RSU) Bayumas.

Kepala Puskesmas Jatilawang Tulus Budi mengatakan, setelah pemeriksaan di RSU Bayumas, Puji akan dirujuk ke Panti Rehabilitasi Sosial Martani di Cilacap.

"Setelah ini akan kami rujuk untuk mendapatkan perawatan di panti rehabilitasi sosial Martani. Semoga setelah perawatan dia bisa sehat dan kembali ke keluarga," ujarnya.

Sementara itu, keluarga mengaku memasung Puji Astuti karena dianggap mengganggu ketentraman warga sekitar.

Ibu Puji, Sayem mengatakan, anaknya mengalami gangguan jiwa setelah kembali bekerja dari Kota Bandung, Jawa Barat. Secara medis, Puji juga pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka berat.

Dia bersyukur, Puji bisa mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

"Saya ya alhamdulillah, kalau sehat alhamdulillah, kalau ternyata enggak sembuh ya mungkin memang takdirnya," kata Sayem dalam bahasa Jawa.

Kepala Desa Tunjung Sartim menjelaskan, Puji pernah diminta untuk diobati, tetapi ditolak keluarga. Dia mengaku lega, jika keluarga akhirnya rela melepaskan Puji untuk mengobatan lebih lanjut.

"Dulu pernah diminta tapi pihak kelurga menolak, itu gratis. Syukur sekarang bisa ditangani," katanya.


Editor : Nani Suherni