3 Remaja di Pekalongan Kena Ledakan Petasan, 2 Korban Kehilangan Tangan
PEKALONGAN, iNews.id – Ledakan petasan kembali memakan korban di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (23/3/2026) sore. Tiga remaja dilaporkan luka bakar serius, bahkan dua di antaranya harus kehilangan tangan setelah petasan yang tengah mereka rakit meledak hebat di tengah kebun.
Saat ini, kondisi para korban dilaporkan kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Peristiwa memilukan ini bermula saat dua orang remaja sedang asyik merakit petasan berukuran jumbo di sebuah area kebun. Rencananya, petasan tersebut akan diledakkan pada perayaan Syawalan mendatang.
Nahas, saat proses perakitan berlangsung, satu petasan jumbo tiba-tiba meledak. Ledakan tersebut tidak hanya mengenai dua remaja yang merakit, tetapi juga menyambar satu remaja lain yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian.
Warga yang mendengar suara ledakan dahsyat langsung menuju lokasi dan mendapati para korban sudah tergeletak bersimbah darah. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengevakuasi ketiga korban ke RSUD Bendan Pekalongan untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
"Kedua korban utama rencananya akan menjalani operasi amputasi karena kondisi tangan mereka hancur akibat ledakan. Saat ini ketiganya masih dalam kondisi kritis dan dirawat intensif," tulis laporan di lapangan.
Jajaran Satreskrim Polres Pekalongan Kota langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti ledakan. Di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang mengerikan.
"Kami menemukan satu unit petasan berukuran jumbo yang sudah siap ledak, 17 selongsong petasan kosong, serta bubuk belerang sebagai bahan peledak. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah serpihan tubuh korban yang tercecer di lokasi," ujar Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto.
Polisi mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak bermain-main dengan bahan peledak atau membuat petasan secara mandiri. Selain melanggar hukum, aktivitas tersebut sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa serta keselamatan fisik secara permanen.
Kasus tersebut kini dalam penanganan lebih lanjut oleh Polres Pekalongan Kota guna mengantisipasi kejadian serupa terulang menjelang perayaan Syawalan di wilayah tersebut.
Editor: Kastolani Marzuki