4 Golongan Manusia yang Dirindukan Surga
JAKARTA, iNews.id – Setiap manusia khususnya umat Islam pasti mendambakan bisa mendapat surga di akhirat kelak. Namun, tidak mudah bagi manusia untuk meraih kenikmatan itu. Manusia harus melakoni perbuatan baik agar bisa mendapatkan pintu surga.
Ustaz Abdul Rachman mengatakan, ada empat golongan manusia yang dirindukan surga. Keempat golongan itu, yakni orang yang suka membaca Alquran dengan baik serta memahami makna yang di kandungnya.
“Membaca Alquran itu pahalanya sangat besar, apalagi di Bulan Suci Ramadan ini karena pahalanya bisa berlipat 70 kali,” katanya dalam kuliah tujuh menit (Kultum) Ramadan di Masjid Bimantara, Kompleks MNC Tower, Jakarta, Kamis (23/5/2019).
Dia mengatakan, orang yang rajin membaca Alquran akan mendapat syafaat (pertolongan) kelak di akhirat. Hal ini seperti yang tertuang dalam hadis. “Dari Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).
Golongan kedua yang dirindukan surga, kata Abdul Rachman, orang yang pandai menjaga lisannya. Menurut dia, lisan yang tak bertulang bisa menjerumuskan manusia ke lubang kehancuran, namun juga bisa mengangkat derajat manusia.
“Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.” (HR. Bukhori).
Menurut Abdul Rachman, di bulan suci ini sangat penting untuk menjaga lisan agar ibadah yang dijalani tidak sia-sia. “Jangan suka melakukan ghibah (menggunjing). Apalagi, di bulan puasa karena bisa menghilangkan pahala,” ucapnya.
“Barang siapa yang beriman kepada Allah Swt dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata dengan perkataan yang baik, atau hendaklah ia diam” (HR. Bukhari).
Golongan ketiga, kata Abdul Rachman, yakni orang yang suka memberi makan kepada orang lain yang kelaparan dan berjidah di jalan Allah. Menurut dia, keutaman memberi makan sangat besar karena mengasah kepekaan hati manusia.
“Para sahabat Rasulullah, dulu berlomba-lomba memberi makan orang lain atau yang sedang berjihad. Para sahabat juga suka mengajak tetangga atau orang lain untuk makan bersama di rumahnya,” kata Abdul Rachman.
Adapun golongan keempat yang dirindukan surga, ujar dia, orang yang berpuasa di Bulan Ramadan hingga tuntas. Berpuasa dengan niat tulus dan ikhlas hanya mengharap ridho Allah SWT.
“Orang yang berpuasa dengan niat penuh ikhlasan dan tanpa paksaan. Iimaanan wakhtisaaban. Maka balasannya adalah ampunan dari Allah SWT dari dosa-dosa yang telah lewat,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki