5 Fakta Pembantaian Ibu dan Anak di Temanggung

Taufik Budi · Jumat, 15 Mei 2020 - 09:42 WIB
5 Fakta Pembantaian Ibu dan Anak di Temanggung
Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali menunjukkan barang bukti palu yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban (Foto: iNews/Taufik Budi)

TEMANGGUNG, iNews.id - Ernawati (25) dan anaknya NMA (5) warga Desa Tleter RT 2/1 Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung menjadi korban pembantaian. Nahas nyawa NMA tak bisa diselamatkan, sementara Ernawati dalam kondisi kritis.

Kasus pembantaian ini akhirnya bisa terpecahkan. Pelaku diketahui bernama Supriyadi (38) alias Gareng, warga Desa Tleter RT 1/1 Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung.

Terbongkarnya kasus pembantaian ibu dan anak di Temanggung ini pun menguak lima fakta, berikut daftarnya;

1. Korban dan Pelaku Punya Hubungan Dekat

Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali mengatakan, pelaku dan korban memang memiliki hubungan. Tetapi korban menolak ketika diminta pelaku untuk bercerai dengan suamianya.

"Tersangka marah karena korban tidak mau bercerai dengan suaminya dan tidak mau menikahi tersangka dan mau memutuskan hubungan dengan tersangka," kata Muhammad Ali, Kamis (14/5/2020).

2. Suami Korban Kerja di Kalimantan

Dari keterangan warga sekitar, Ernawati tinggal berdua dengan anaknya. Sementara suaminya bekerja di Pulau Kalimantan. Saat malam, korban akan ditemani ibunya.

3. Pelaku Merencanakan Aksinya

Supriyadi alias Gareng (38) tersangka pembantaian ibu dan anak di Temanggung, Jawa Tengah (Jateng) sudah merencanakan perbuatan kejinya tersebut.

Tersangka yang diduga menaruh hati ke korban Ernawati (23) warga Desa Tleter, Kecamatan Kaloran, Temanggung itu membawa martil dari rumahnya untuk menganiaya kedua korban.

4. Eksekusi Jelang Salat Subuh

Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu 13 Mei 2020, sekira pukul 04.30 WIB. Pelaku masuk ke rumah korban setelah memastikan kondisi aman. Dia pun harus menunggu nenek korban keluar rumah untuk melaksanakan Salat Subuh

"Tersangka menunggu nenek korban pergi Salat Subuh, lalu masuk ke rumah korban," kata Muhammad Ali, Kamis (14/5/2020).

Setelah mengunci pintu rumah, pelaku bertemu dengan perempuan idamannnya. Dia pun menanyakan tentang kelanjutan hubungan asmara keduanya. Namun, korban tak memberikan jawaban yang memuaskan hingga memicu kemarahan pelaku.

"Kemudian memukul korban Ernawati sebanyak delapan kali ke arah kepala dan memukul korban NMA sebanyak dua kali ke arah kepala dengan menggunakan palu," ucapnya.

5. Ernawati Kritis dan Anak Meninggal

Ernawati menderita cedera berat di kepala hingga dilarikan ke RST Magelang untuk memdapatkan perawatan. Sementara NMA yang dirawat di RSUD Temanggung, meninggal dunia pada pukul 16.45 WIB.


Editor : Nani Suherni