5 Pelaku Penyerangan Doa Nikahan Anak Habib Umar Assegaf di Solo Dijerat Pasal Berlapis

Ahmad Antoni, Sindonews, Ary Wahyu Wibowo ยท Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:57 WIB
5 Pelaku Penyerangan Doa Nikahan Anak Habib Umar Assegaf di Solo Dijerat Pasal Berlapis
Lima pelaku pengeroyokan Habib Umar Assegaf dalam acara doa nikahan di Pasar Kliwon, Kota Solo dijerat pasal berlapis. (foto: istimewa)

SOLO, iNews.id – Lima pelaku penyerangan dan pengeroyokan terhadap Habib Umar Assegaf dan keluarganya saat acara doa bersama jelang pernikahan di Pasar Kliwon, Kota Solo dijerat pasal berlapis. Selain dijerat dengan tuduhan pengeroyokan, kelima pelaku juga dijerat pasal lain.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, kelima pelaku diancam dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman lima tahun, Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dengan ancaman hukuman lima tahun, serta Pasal 335 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP.

Kelima terduga penyerangan yang telah ditangkap masing-masing berinisial BD, ML, RN, MM dan MS. Satu dari lima orang tersebut masih dalam pemeriksaan atau pendalaman lebih lanjut. "Empat orang sudah ditetapkan tersangka," kata Kapolda Jateng dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (11/8/2020).

Kapolda mengatakan, Polda Jawa Tengah dan Mabes Polri juga telah mengantogi nama-nama para pelaku lainnya dan akan tetap melakukan pengejaran terhadap pelaku-pelaku intoleran.

Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan kepada Kepolisian jika menemukan aktivitas yang mencurigakan dari kelompok intoleran. Polri memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat.

"Oleh karena itu tidak usah takut. Mana kala menjumpai adanya hal yang mencurigakan terkait dengan kelompok intoleran, laporkan kepada kami, akan kami tindak," katanya. 

Kapolda juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran kapolres sejajaran Polda Jateng untuk menangkap kelompok intoleran.

"Saya atas nama Kapolda Jawa Tengah telah memerintahkan kepada seluruh Kapolres sejajaran Polda Jateng untuk menangkap kelompok intoleran. Tidak ada tempat untuk kelompok intoleran di wilayah hukum Jawa Tengah," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki