6 Juta Warga Jateng Tak Mudik, Ganjar: Perhatikan Warga Kami di Jabodetabek

Nani Suherni ยท Selasa, 21 April 2020 - 22:00 WIB
6 Juta Warga Jateng Tak Mudik, Ganjar: Perhatikan Warga Kami di Jabodetabek
Pemudik dari Jakarta di Terminal Bawen, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) diperiksa. (Foto: iNews/Lurisa Lulu)

SEMARANG, iNews.id – Sebanyak enam juta warga Jawa Tengah yang berada di Jabodetabek diperkirakan tidak bisa mudik pada Lebaran tahun ini menyusul keputusan Presiden Joko Widodo yang melarang mudik mulai Jumat, 24 April 2020. 

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, sampai saat ini sudah ada 600.000 lebih warga Jateng yang pulang kampung dari Jabodetabek.

Jumlah itu masih sangat kecil dibanding total warga Jateng yang ada di sana. Karena itu, Ganjar berharap pemerintah daerah setempat menjamin kehidupan warga Jateng.

"Total warga Jateng di Jabodetabek itu ada 7 jutaan, jadi yang mudik masih sangat kecil. Untuk itu, kami berharap larangan mudik ini benar-benar memperhatikan nasib warga kami yang ada di sana. Mereka yang tidak pulang, harus benar-benar direscue, sehingga mendapat jaminan dari pemerintah," kata Ganjar, Selasa (21/4/2020).

Ganjar mengaku mendukung penuh keputusan Presiden Joko Widodo memutuskan larangan mudik tahun ini. Menurutnya, keputusan larangan mudik sangat tepat untuk memotong mata rantai penyebaran covid-19 dari zona merah ke desa-desa.

"Saya sangat setuju dan mendukung keputusan ini, karena pasti dilakukan dengan evaluasi yang tepat dan akurat. Saya kira, Pak Presiden telah melakukan evaluasi selama ini, sebab faktanya, meskipun dihimbau untuk tidak mudik, tetap saja masyarakat nekat," kata Ganjar.

Ganjar juga meminta agar pendaftaran bantuan sosial untuk warga Jateng di Jakarta diperpanjang. Semula, pendaftaran dibuka hingga Kamis (23/4/2020) namun ternyata banyak warga Jateng yang belum mendapatkan bantuan.

"Tadi saya duduk selama tiga jam saja mendapat keluhan banyak warga saya tentang itu. Bagaimana mereka tidak bisa daftar di RW, katanya suruh nunggu dan lainnya. Maka kami minta, persoalan ini menjadi perhatian," imbuhnya.

Kepada warga Jateng di Jakarta, Ganjar berharap mereka saling mengulurkan tangan dan bergotong royong membantu sesama warga Jateng lainnya selama pandemi ini berlangsung.

"Saya yakin nilai-nilai (tolong-menolong) itu masih ada, maka saya dorong seluruh lapisan masyarakat, swasta, filantropi dan lainnya untuk bergerak memberikan bantuan," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki