8 Kecamatan Zona Merah Covid-19, Bupati Tegal: Tidak Ada Larangan Salat Id Berjemaah

Kastolani ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 02:31 WIB
8 Kecamatan Zona Merah Covid-19, Bupati Tegal: Tidak Ada Larangan Salat Id Berjemaah
Bupati Tegal Umi Azizah. (Foto: Dok.iNews.id)

SLAWI, iNews.idPemkab Tegal tidak melarang masyarakat yang berada di zona merah penyebaran virus corona (Covid-19) untuk melaksanakan salat Id berjemaah. Namun, masyarakat harus tetap memerhatikan protokol kesehatan.

Dari 18 kecamatan, hingga kini masih ada delapan daerah yang masuk zona merah Covid-19. Delapan kecamatan itu yakni Kecamatan Slawi, Tarub, Dukuhwaru, Talang, Kramat, Dukuhturi, Pegerbarang serta Warureja.

“Kabupaten Tegal fleksibel. Artinya, jika ada wilayah yang hendak menyelenggarakan salat Idul Fitri, kami tidak akan melarang,” kata Bupati Tegal Umi Azizah dalam konferensi pers, Selasa (19/5/2020).

Menurut Umi, hal yang penting harus patuh terhadap protokol kesehatan, pakai masker dan berjarak, cuci tangan dan jaga kesehatan.

“Kami hanya mengimbau protokol kesehatan tetap diperhatikan. Anjuran kesehatan ini perlu segera disampaikan ke desa dan takmir masjid,” katanya.

Wakil Bupati Tegal H Sabililah Ardie menjelaskan, delapan dari 18 kecamatan yang masuk zona merah itu karena di wilayah tersebut terdapat pasien positif Covid-19.

Ardie menyebutkan, di Kecamatan Slawi ada lima pasien positif, dan 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Tarub (3 positif dan 2 PDP), Dukuhturi dan Talang masing-masing dua orang positif, serta Kramat, Dukuhwaru, Pegerbarang dan Warureja masing-masing 1 orang positif corona.

Ketua Bidang Humas MUI Kabupaten Tegal KH Agus Tri Jazuli mengatakan, bagi muslimin yang tinggal di daerah aman Covid-19 diperbolehkan menyelenggarakan salat Idul Fitri di masjid maupun musala.

Namun, harus menerapkan protokol kesehatan. Gugus Tugas Covid-19 di tingkat kecamatan untuk selalu memantau dan menjaga pelaksanaan Salat Idul Fitri tersebut.

“Salat Idul fitri di rumah lebih baik, karena menghindari wabah. Jika tetap akan melaksanakan harus ada zonasi dan titik kumpul tidak boleh terlalu banyak,” katanya.

Hal tersebut, juga dipertegas oleh Komisi Fatwa MUI Kabupaten Tegal KH Bahroni. Dikatakan, fatwa MUI Pusat, dan MUI Provinsi Jateng lebih menekankan untuk salat di rumah.

Penekanan itu untuk zona merah penyebaran Covid-19. Sedangkan zona kuning bisa menyelenggarakan Salat Idul Fitri di musala dan masjid.

“Tapi jangan dijadikan satu. Artinya di musala-musala dan masjid-masjid. Salat seperti salat fardu biasa, sehingga tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Dia mengemukakan, kendati bisa dilakukan salat bersama, tetapi harus menggunakan protokol kesehatan. Setiap orang yang akan salat harus menggunakan masker, jarak minimal 1 meter, cuci tangan, dan bagi yang sakit serta pemudik diwajibkan salat di rumah.

Selain itu, untuk takbir pada malam Idul Fitri dilakukan seperti biasa di masjid dan musala, tapi tidak bergerombol.

“Dilarang melakukan takbir keliling atau pawai, karena itu dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki