Aduan Siswa Berbuntut Panjang, Ganjar Minta Pendapat Netizen Soal Belajar di Sekolah

Nani Suherni ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 14:30 WIB
Aduan Siswa Berbuntut Panjang, Ganjar Minta Pendapat Netizen Soal Belajar di Sekolah
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Aduan sejumlah siswa di akun media sosial Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berbuntut panjang. Ganjar akhirnya membuka jajak pendapat lewat akun Twitternya.

Ganjar sebelumnya mendapatak deretan keluhan dari siswa yang merasa keberatan dengan sistem belajar online. Siswa mengaku guru tidak mengajar secara maksimal karena hanya memberikan tugas.

Salah satu akun @dailyvinalna awalnya mengatakan, banyak guru yang memberikan tugas tetapi tidak memberikan penjelasan. @dailyvinalna khawatir dirinya tak bisa mengikuti pelajar.

"Ngapunten pak niki kulo ajeng protes, guru2 kulo niku naming salam -> absen -> ninggali tugas lha mboten dijelasne niku kulo kapan pintere," tulisnya.

Dalam bahasa Indonesia artinya, "Maaf pak, saya mau protes. Guru-guru ko cuma kasih salam, absen terus meninggalkan tugas. Mereka enggak menjelaskan, kalau kaya gini, kapan saya pinternya,".

Usai unggahan tersebut sejumlah orang dan guru ikut berkomentar. Salah satunya @MyraOwyang yang meminta sistem pembelajaran tatap muka diizinkan. Kebijakan itu tentunya berlaku di zona hijau Covid-19.

"Kita hrs berusaha percaya trhadap anak2,krn kdng apa yg kita bayangkan blm tentu spt itu??? Saya berada di zona hijau (wsb) pak,tapi dari dinas disini blm memberikan kepastian apa2 apalagi bupati disini ngapunten nggeh (mlempem)," tulis akun @MyraOwyang.

Tak lama mendapatan deretan keluhan itu, Ganjar pun membuka polling wacana pembelajaran tatap buka diizinkan. Tertulis dalam keterangan Ganjar soal hal sulit yang dialami jika belajar di sekolah diizinkan.

" Jika kegiatan belajar mengajar kembali dibuka: belajar di sekolah. Apa yg SULIT dilaksanakan?," tulisnya.

Setidaknya ada empat jawaban yakni, jaga jarak, pakai masker, cuci yangan dengan dan lain-lain. Polling itu pun sudah divotes lebih dari 4.000 akun.


Editor : Nani Suherni