Akademisi Undip Sebut KUR Permudah Petani dalam Permodalan

Ahmad Antoni · Senin, 22 Maret 2021 - 10:41:00 WIB
Akademisi Undip Sebut KUR Permudah Petani dalam Permodalan
Petani di Kabupaten Boyolali saat panen padi. Foto: iNews/Tata Rahmanta.

SEMARANG, iNews.id - Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian bertujuan untuk memudahkan petani dalam bentuk permodalan. Hal itu disampaikan oleh Koordinator Laboratorium Manajemen Agribisnis Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Wiludjeng Roessali.

"Jadi sebenarnya pemerintah sudah bagus memberi beberapa kemudahan dan memberi petani dalam bentuk beberapa permodalan dalam bentuk kredit," kata Wiludjeng dalam keterangan pers, Senin (22/3/2021).

Meskipun, kata dia, masih perlu sosialisasi yang masif untuk meyakinkan masyarakat atau petani agar paham dan jelas mekanisme KUR tersebut.

"Masih belum sesuai antara program dan pelaksanaannya, baik  mekanismenya, sosialisasi, mungkin juga ditingkat petani yang menerima itu kadang-kadang itu sosialisasinya harus benar-benar menunjukkan permasalahannya," ujarnya.

Menurutnya, dalam KUR sektor pertanian itu sendiri mempunyai banyak faktor yang terjadi terkait persoalan-persoalan teknis ke depannya. "Dalam kredit itu kan banyak faktor ya yang terjadi, bisa jadi karena programnya terlambat, realisasinya susah, masyarakat atau petaninya sendiri salah menangkap masalah kredit itu sendiri, jadi banyak hal," katanya.

Namun demikian, banyak juga yang berhasil memanfaatkan KUR sektor pertanian dan dianggap sangat menjanjikan. "Ada beberapa kasus seperti usaha peternakan itu lumayan berhasil, kelompok tani yang sudah punya ekspektasi bagus terhadap hasil usahanya banyak yang mau mengambil kredit, seperti petani tembakau, padi, jagung," katanya. 

Hingga saat ini, jangkauan KUR sektor pertanian tersebut sudah masif di masyarakat da sudah sampai ke desa-desa, tinggal dibutuhkan sosialisasi yang masif terkait persoalan teknis dan harapan.

"Kalau jangkauannya sih sebenarnya sudah sampai ke desa-desa, ke masyarakat jadi memang bagi petani sendiri ada yang menarik diri tidak ingin mengambil kredit, tapi ada juga yang dalam kelompok tani mereka sudah punyai ekspektasi bagus terhadap hasil usahanya, banyak yang mau mengambil kredit," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan kredit macet Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian sangat kecil. Dari total Rp 55 triliun yang tersalurkan, hanya sekitar 0,06 persen yang bermasalah.

Salah satu tujuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro kecil dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Keunggulan program KUR dibanding dengan kredit lainnya yaitu suku bunga yang rendah dan syarat agunan tambahan yang mudah.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Berita iNewsJateng di Google News

Bagikan Artikel: