Akhir Maret, Bandara Adi Soemarmo Solo Kedatangan 2 Maskapai Baru

Antara ยท Senin, 17 Februari 2020 - 15:00 WIB
Akhir Maret, Bandara Adi Soemarmo Solo Kedatangan 2 Maskapai Baru
Petugas berjaga di pintu kedatangan Bandara Adi Soemarmo, Jawa Tengah (Foto: Okezone)

SOLO, iNews.id - Bandara Adi Soemarmo Solo akan kedatangan dua maskapai baru yaitu Xpressair dan Nam Air. Keduanya bisa beroperasi di Solo pada akhir Maret 2020.

"Kalau untuk Xpressair sudah pengajuan izin rute, target beroperasi akhir Maret bersamaan dengan Nam Air. Untuk Nam Air juga proses penerbitan izin rute," kata Airport Operation and Safety Senior Manager Bandara Adi Soemarmo Goentoro di Solo, Senin (17/2/2020).

Dia mengatakan untuk Nam Air ada enam rute yang dilayani dari Solo, yaitu rute ke Kalimantan dan Sumatera. Rute Kalimantan salah satunya ke Pangkalan Bun dan Sumatera salah satunya ke Tanjung Karang, Lampung.

Goentoro menuturkan, Nam Air pernah membuka rute Solo-Banjarmasin, namun kemudian tutup. Sedangkan saat ini, Nam Air lebih banyak melayani rute Adi Sucipto, Yogyakarta dan kembali melakukan ekspansi ke Solo.

"Ini potensi pasar yang ingin ditangkap oleh maskapai penerbangan," katanya.

Sementara itu, penambahan maskapai dan perpanjangan rute kereta bandara hingga Klaten yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Diharapkan jumlah penumpang pesawat terbang yang melakukan perjalanan melalui Bandara Adi Soemarmo semakin banyak.

Dia menyebutkan jumlah penumpang pesawat yang melalui bandara tersebut kurang lebih 4.000-4.500 orang per hari. Goentoro menargetkan dengan adanya KA bandara, paling tidak Bandara Adi Soemarmo bisa mengambil pasar sekitar 2-10 persen dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.

"Kalau sekarang jumlah penumpang di Bandara Adi Sucipto sekitar 18.000-20.000 penumpang per hari. Memang salah satu pertimbangan adanya KA bandara ini adalah membagi kelebihan kapasitas dari Yogyakarta yang sangat besar dan Solo yang kapasitasnya masih terbuka lebar," katanya.

Sebelumnya, mengenai Xpressair, General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman mengatakan maskapai tersebut merupakan pindahan dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Menurut dia, sebelumnya Xpressair melayani Yogyakarta-Kalimantan, namun dengan pindahnya bandara Yogyakarta ke lokasi baru, maskapai tersebut memindahkan rute ke Solo.

"Alasannya, kalau mereka ikut pindah ke bandara yang baru, maskapai ini belum memiliki alat PBN (Performance Based Navigation). Jadi harus pakai satelit, akhirnya manajemen memutuskan peralihan rute ke Solo," katanya.


Editor : Nani Suherni