Ancam Korban, 4 Pemuda di Brebes Perkosa Gadis yang Baru Dikenal lewat Facebook

Yunibar ยท Rabu, 28 Agustus 2019 - 23:30 WIB
Ancam Korban, 4 Pemuda di Brebes Perkosa Gadis yang Baru Dikenal lewat Facebook
Tiga tersangka pemerkosa gadis digelandang petugas Satreskrim Polres Brebes. (Foto: iNews.id/Yunibar)

BREBES, iNews.id – Tiga dari empat pemuda di Kabupaten Brebes, Jateng ditangkap Satreskrim Polres Brebes karena diduga telah memperkosa SA, gadis berusia 15 tahun, Rabu (28/8/2019).

Ketiga tersangka yakni, Karjono, warga Desa Klampok, Kacamatan Wanasari, Brebes; Afrizal Furqon, warga Petunjungan Kecamatan Bulakamba, Brebes; serta Maun, warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Wanasari, Brebes.

Sedangkan satu pelaku lainnya yang telah dikantongi identitasnya buron dan dalam pengejaran tim Resmob.

Kasatreskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, aksi bejat para pelaku itu terungkap setelah orang tua korban melaporkan kejadian itu ke polisi. “Dari laporan kedua orang tua korban itu kita langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

Modus yang dilakukan para tersangka, kata AKP Tri, yakni dengan berpura-pura mengajak korbannya pergi jalan-jalan ke pasar malam.

Namun, saat di tengah perjalanan korban justru dibawa ke lahan persawahan yang sepi. Hingga akhirnya korban diperkosa beramai-ramai oleh empat pelaku.

Akibat perbuatannya para pelaku harus mendekam di sel Mapolres Brebes. Mereka dijerat Pasal 18 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Tersangka ini ada empat orang. Satu masih kita kejar,” ucapnya.

Kepada penyidik, tersangka Karjono mengakui, dirinya ikut serta memperkosa, SA (15) bersama tiga teman lainnya. Korban merupakan teman dari tersangka lain yang dikenalnya melalui media sosial (medsos). 

“Saya nggak kenal. Yang kenal Unyil sama Dobleh. Saya hanya ikut. Saya diancam akan ditusuk kalau nggak ikut. Saya cuma pegang tangan. Yang kenal korban itu Unyil di Facebook,” katanya.

Menurut Karjono, korban diancam oleh dua temannya untuk tidak berteriak. “Kalau berteriak diancam akan dibunuh,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki