Antisipasi Banjir di Semarang, Ganjar Pranowo Minta Pompa Sungai Sringin Diperbaiki

Antara ยท Kamis, 02 Januari 2020 - 17:17 WIB
Antisipasi Banjir di Semarang, Ganjar Pranowo Minta Pompa Sungai Sringin Diperbaiki
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau Rumah Pompa Kali Tenggang Semarang. (Foto: Antara)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo minta pompa penyedot air di Rumah Pompa Sungai Sringin yang rusak segera diperbaiki. Hal itu menurutnya penting dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir di Semarang dan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Ganjar setelah melakukan inspeksi di Rumah Pompa Sungai Sringin, Semarang, Kamis (2/1/2020). Ganjar mengatakan dua dari tiga unit pompa penyedot air di Rumah Pompa Sungai Sringin rusak.

Ganjar sempat menanyakan penyebab hal tersebut kepada Kepala BBWS, Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno yang mendampinginya. Ruhban menjelaskan bahwa dua unit pompa penyedot air itu rusak setelah tersumbat sampah.

BACA JUGA: Tanggul Sungai Bodri Kendal Ambrol, Banjir Ancam Ratusan Rumah

"Saya minta segera diperbaiki, petugas harus selalu berjaga. Saya juga minta masyarakat ikut membantu dengan membersihkan saluran air dan jangan buang sampah ke sungai. Itu hukumnya wajib," kata Ganjar.

Sebelumnya, Ganjar juga memeriksa kondisi pompa penyedot air di Rumah Pompa Sungai Tenggang, Semarang. Enam unit pompa penyedot air di sana berfungsi dengan baik.

"Alhamdulillah dari enam rumah pompa di Sungai Tenggang, semuanya sudah menyala, hanya dua pompa di Sungai Sringin ini yang harus diperbaiki. Saya minta secepatnya, jadi kalau nanti hujan lebat tiba, kita sudah siap," ucapnya.

BACA JUGA: Sampah Menyumbat Aliran, Tanggul Sungai di Kudus Jebol

Ganjar menjelaskan bahwa keberadaan rumah pompa penyedot air menjadi bagian proyek penanggulangan banjir di Kota Semarang yang sudah lama direncanakan. Ganjar berharap proyek ini bisa menjaga Semarang dan Jateng bebas dari banjir saat musim hujan.

"Alatnya sudah canggih, tinggal kita berdoa agar curah hujan tidak terlalu tinggi. Masyarakat juga harus terlibat untuk menjaga fasilitas ini," katanya.

Di Jawa Tengah, lanjut Ganjar, sebenarnya potensi-potensi banjir sudah terdeteksi dan proyek penanganan sudah dilakukan. Namun menurutnya ada beberapa yang belum selesai digarap.

"Seperti di Pekalongan, kami sedang buatkan tanggul laut, tapi proyeknya belum selesai, jadi daerah Pekalongan siap-siap banjir kalau curah hujan tinggi," ucapnya.


Editor : Rizal Bomantama