get app
inews
Aa Text
Read Next : Catat! Ini Waktu Pembatasan Angkutan Barang selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diprediksi 2 Gelombang, Ini Penjelasan Polda Jateng

Rabu, 04 Maret 2026 - 18:58:00 WIB
Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diprediksi 2 Gelombang, Ini Penjelasan Polda Jateng
Polda Jawa Tengah memprediksi puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang. (Foto: Ist)

SEMARANG, iNews.id - Polda Jawa Tengah (Jateng) memprediksi adanya fenomena unik pada arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah tahun ini. Puncak arus perjalanan diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, baik saat mudik maupun arus balik.

Prediksi tersebut disampaikan setelah digelar rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 yang dipimpin langsung oleh Kapolri. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai strategi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengimbau masyarakat agar mengatur jadwal keberangkatan sejak dini guna menghindari kepadatan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.

Menurutnya, berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 14-15 Maret 2026.

Sementara itu, gelombang kedua arus mudik diprediksi terjadi pada 18-19 Maret 2026. Kondisi tersebut diperkirakan dipengaruhi oleh perubahan pola perjalanan masyarakat.

Selain arus mudik, puncak arus balik juga diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 24-25 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua pada 28-29 Maret 2026.

“Pola dua gelombang ini dipicu oleh fleksibilitas waktu kerja dan tren masyarakat yang kini lebih cerdas dalam memilih waktu keberangkatan yang berbeda,” kata Kombes Pol Artanto, Rabu (4/3/2026).

Menghadapi potensi peningkatan volume kendaraan sebesar 1,4 persen hingga 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, Polda Jateng telah menyiapkan berbagai strategi pengamanan lalu lintas.

Langkah yang disiapkan antara lain penerapan sistem one way, contraflow, serta ganjil-genap secara situasional pada jalur tertentu untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut