Bantu Pemerintah, PMII Instruksikan Jihad Lawan Terorisme

Kristadi ยท Senin, 14 Mei 2018 - 23:33 WIB
Bantu Pemerintah, PMII Instruksikan Jihad Lawan Terorisme
Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Agus Mulyono Herlambang. (Foto: istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Agus Mulyono Herlambang menginstruksikan seluruh kadernya berjihad melawan terorisme. Selain itu, kader PMII juga dminta menyuarakan Islam itu damai.

Hal itu diungkapkan Agus Mulyono Herlambang menyikapi terjadinya aksi bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Agus mengaku sangat prihatin dengan rentetan teror bom yang dilakukan para teroris.

Menurutnya, ada dua hal yang harus dilakukan untuk menangani terorisme di Indonesia. Pertama, pemerintah harus serius memberantas terorisme, kedua, mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Terorisme. “Kami juga menginstruksikan semua kader PMII untuk ikut membantu pemerintah dalam melawan terorisme. Kita harus jihad melawan terorisme,” katanya di Semarang, Jateng, Senin (14/5/2018).

Selain itu, kata dia, banyak hal yang bisa dilakukan PMII dalam menangkal aksi terorisme di antaranya membantu polisi dalam melakukan deteksi dini baik di lingkungan kampus atau tempat tinggal. “Sedangkan cara lainnya yaitu dengan menyuarakan Islam damai di kampus masing-masing karena paham radikal sudah menyasar para mahasiswa,” tandasnya.

Agus berharap upaya PMII bisa membantu melawan terorisme di Indonesia karena ada 225 cabang PMII di sekitar 600 sampai 700 kampus se-Indonesia.

Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah satu suara dalam pembahasan dan finalisasi revisi Undang-Undang tentang Terorisme. Dia menegaskan, RUU Antiterorisme bisa segera disahkan pada masa sidang DPR akhir bulan ini.

"Presiden minta RUU Antiterorisme selesai paling lambat bulan Juni. Kami di DPR menegaskan siap untuk ketuk palu di bulan Mei ini. Tinggal pemerintah menyelesaikan masalah di internalnya agar satu suara dalam menyikapi revisi UU Antiterorisme ini,” kata politikus yang akrab disapa Bamsoet ini saat meninjau lokasi ledakan bom di Mapolretabes Surabaya, Senin (14/05/18).


Editor : Kastolani Marzuki