Belum Pulang ke Rumah, Pemudik di Kendal Sukarela Datangi Tempat Karantina

Eddie Prayitno ยท Jumat, 24 April 2020 - 13:44 WIB
Belum Pulang ke Rumah, Pemudik di Kendal Sukarela Datangi Tempat Karantina
Rumah karantina di SDN Pucangrejo, Kendal di Jalan Raya Pantura (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id - Perantau di Jabodetabek asal Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng) mendatangi rumah karantina. Warga dengan kesadaran tidak pulang ke rumah terlebih dahulu.

Dari 245 perantau yang terdata, sebanyak 65 orang sudah melaporkan akan pulang kampung dan mudik ke Desa Pucangrejo. Beberapa pemudik ini kebanyak pulang degan sepeda motor.

Rumah karantina yang disediakan pemerintah desa takni bangunan SDN Pucangrejo di Jalan Raya Pantura. Di tempat karantina ini, disiapkan tempat tidur.

Sebelumnya, keluarga perantau sudah melaporkan ke pihak desa dan bersedia keluarganya yang kembali dari perantauan menjalani karantina. Pemeriksaan ketat dilakukan petugas rumah karantina ini, perantau yang datang disemprot disinfektan dan diminta untuk mencuci tangan. Petugas juga memeriksa suhu tubuh dan mendata riwayat perjalanan perantau.

Pemudik dari Jakarta Anton Saputra mendatangi rumah karantina pada Jumat (24/4/2020) siang langsung datang ke lokasi karantina. Dia perjalanan dari Jakarta dengan sepeda motor. Anton memastikan belum kembali ke rumah.

"Saya mau keluarga saya sehat. Jadi saya ikut imbauan dari pemerintah saja," katanya, Jumat (24/4/2020).

Sementara itu Sekretaris Desa Pucangrejo Mukharor mengatakan saat ini sudah ada lima orang yang dikarantina. Mereka yakni dari Malaysia, Kalimantan dan Jakarta. Selama menjalani karantina ini kebutuhan sehari-hari dipenuhi pemerintah desa.

"Saat ini ada lima orang, semua kebutuhanya selama karantina ditanggung desa," ujar Mukharor.

Selama dikarantina keluarga tidak boleh menjenguk. Pengawasan dilakukan secara ketat petugas tim gugus Covid-19 Desa Pucangrejo. Untuk memberikan rasa nyaman bagi perantau yang menjalani karantina, ruangan dilengkapi dengan televisi dan sarana olah raga.


Editor : Nani Suherni