get app
inews
Aa Text
Read Next : Polisi Buru Pengendali Jaringan Mobil Bawa 6 Tas Ekstasi yang Kecelakaan di Lampung

Berawal dari Kasus Narkoba, Polres Bantul Ungkap Pelaku Klitih

Selasa, 11 Februari 2020 - 19:15:00 WIB
Berawal dari Kasus Narkoba, Polres Bantul Ungkap Pelaku Klitih
Kaurbinops, Satresnarkoba Polres Bantul, Iptu Langgeng Utomo melakukan gelar perkara, Selasa (11/2/2020) (Foto: iNews/Kuntadi)

BANTUL,iNews.id – Satresnarkoba Polres Bantul mengungkap peredaran narkoba di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarya. Dari pengungkapan ini, petugas mengamankan mahasiswa yang kerap melakukan aksi kejahatan jalan atau klitih.

Setiap menjalankan aksinya, mahasiswa berinsial R (19) warga Klaten, Jawa Tengah yang tinggal di Blibingsari, Caturtunggal, Depok Sleman ini selalu mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Kaurbinops, Satresnarkoba Polres Bantul, Iptu Langgeng Utomo mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan RHS pada Kamis (9/1/2020) sekitar pukul 21.30 WIB di depan hotel The Fort, Jalan Bugisan Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan tiga linting tembakau gorilla dan dua tablet alprazolam. Barang-barang ini disimpan di dalam bungkus bekas rokok yang disimpan di dalam tas.

Dari pengakuan RHS, tembakau gorilla ini dibeli dari tersangka D dan R. Dari informasi ini petugas mengamankan D di rumahnya yang ada di Jalan Kaliurang Km. 4,5 Sleman. Sementara tersangka R ditangkap di Caturtunggal, Depok, Sleman.

"Saat diamankan R ini masih menyimpan irisan daun tembakau gorilla di saku celananya," katanya di Mapolres Bantul, Selasa (11/2/2020).

Dari pemeriksaan, tersangka R mengaku sebagai pengedar dan salah satu pelaku klitih. Setidaknya dia telah melakukan penganiayaan di empat lokasi terpisah.

Dari pengakuannya, R selalu mengawali aksinya dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang agar lebih berani.

"Sebelum melakukan kejahatan dia mengkonsumsi narkoba. Tujuannya agar lebih berani dan meningkatkan mentalnya," ucap Langgeng.

Dalam setiap aksinya R selalu mengajak lima orang rekannya. Biasanya mereka menggunakan tiga sepeda motor dan beraksi di beberapa tempat secara acak.

"Siapa yang ditemui di jalan langsung diserang," ujarnya.

Editor: Nani Suherni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut