Rawat Keraton Yogyakarta, Para Abdi Dalem Diminta Ikuti Perkembangan Zaman

Nani Suherni ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 12:35:00 WIB
Rawat Keraton Yogyakarta, Para Abdi Dalem Diminta Ikuti Perkembangan Zaman
Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat masih berdiri megah. (Foto: Dok.iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id - Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan diklat untuk abdi dalem Keraton Yogyakarta di Unit VIII, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Pelatihan ini dimulai Senin, (10/2/2020) hingga Kamis (27/2/2020) mendatang.

Selama dua hari kedepan, diklat akan di selenggarakan di Kompleks Kepatihan, untuk selanjutnya akan dilakukan di masing-masing tepas (divisi) di Wilayah Keraton Yogyakarta.

Diklat ini dilakukan guna memberikan pengetahuan mengenai struktur organisasi di Yogyakarta. Selain itu juga untuk memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan anggaran Keraton Yogyakarta.

Diklat juga memberi pengetahuan sistem kerja perkantoran, salah satunya mengenai tata cara pengajuan permohonan dan pembuatan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) oleh masing masing divisi.

Putri kedua Sri Sultan Hamengku Buwono X GKR Condrokirono mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini untuk mendidik masing-masing divisi melek perkembangan zaman, utamanya kegiatan perkantoran.

GKR Condrokirono berharap para SDM di dalam Keraton Yogyakarta nantinya mampu mengimbangi perkembangan zaman. Hal tersebut agar keraton tidak dipandang selalu identik dengan hal kuno dan berbau tradisional.

Dia juga ingin menunjukan, SDM keraton menjunjung tinggi adat istiadat namun tetap mampu bersaing dengan modernitas.

"SDM Keraton harus bisa mengimbangi keadaan dalam pemerintahan dan kemajuan di masyarakat sekarang," kata GKR Condrokirono mengutip website resmi Pemprov DIY, Selasa (11/2/2020).

Setelah diadakan pelatihan, diharapkan para abdi dalem Keraton Yogyakarta, mampu mengikuti instruksi pemerintah dalam pengelolaan SPJ. Hal ini bertujuan agar pengurusan administrasi menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya dan tidak ada keterlambatan dalam pencairan dana.


Editor : Nani Suherni