Berburu Sinyal ke Hutan, Anak-Anak Desa di Grobogan Kaget Lihat Tugas Sekolah

Rustaman Nusantara ยท Jumat, 17 April 2020 - 10:10 WIB
Berburu Sinyal ke Hutan, Anak-Anak Desa di Grobogan Kaget Lihat Tugas Sekolah
Anak-anak Desa Segoro Gunung, Kecamatan Gabus, Grobogan, Jateng berburu sinyal untuk laporkan tugas sekolah, pada Kamis (17/4/2020). (Foto: iNews/Rustaman Nusantara)

GROBOGAN, iNews.id - Hampir dua bulan anak-anak sekolah belajar di rumah melalui media online. Tapi, media online bukan metode mudah bagi anak-anak desa di Grobogan, Jawa Tengah (Jateng).

Aktivitas anak-anak Desa Segoro Gunung, Kecamatan Gabus, Grobogan setiap hari harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak mencari jaringan sinyal internet ke area hutan milik Perum Perhutani. Sesampainya di sebuah sendang yang diapit pohon besar, mereka mencoba mengarahkan handphonenya sambil melihat posisi sinyal yang lebih kuat.

Setelah mendapatkan sinyal, barulah anak-anak desa di hutan ini saling memisah antara laki-laki dan perempuan. Setelah membuka handphone, anak-anak ini sempat kaget jika ternyata ada banyak tugas yang sudah menumpuk dikirim oleh guru. Satu per satu tugas diselesaikan dengan sabar dan teliti.

Siswa kelas XI SMK di Gabus Erwaningsih mengaku menikmati perjalanan dan aktivitas di tengah hutan. Selain bisa belajar bersama, dia dan teman-teman bisa menikmati sejuknya udara di tengah hutan sehingga membuat konsentrasi belajar.

"Kalau sudah naik, di sini sinyalnya bagus dan enak buat belajar juga suasananya. Kalau ada sinyal ya kita lebih mudah lapor tuga sekolah," ujarnya, Jumat (17/4/2020).

Senada dengan Erwaningsih, Alex Rifadoni mengaku terbiasa keluar masuk hutan sejak diwajibkan belajar di rumah akibat Covid-19 lalu. Selama ini kendala terberatnya yakni sinyal internet. Dia kadang tidak bisa mengetahui tugas yang sudah dikirim oleh guru serta mengirim laporan tugas sekolah.

Jika hujan, Alex dan teman-temannya tidak berani masuk kehutan. Dia memastikan, pihak sekolah memahami dengan situasi dan kondisi anak-anak di desanya.

"Iya setiap hari dapat tugas dari sekolah. Tapi kalau hujan ya enggak naik jadi buat laporan," ujarnya.


Editor : Nani Suherni