get app
inews
Aa Text
Read Next : Massa Bawa Keranda Mayat ke Pengadilan Negeri Pati, Desak 2 Aktivis Dibebaskan

Beredar Pupuk NPK Palsu di Blora, Aktivis Wadul ke DPRD

Jumat, 05 Maret 2021 - 06:32:00 WIB
Beredar Pupuk NPK Palsu di Blora, Aktivis Wadul ke DPRD
Aktivis LSM Ampera saat beraudiensi dengan Komisi B DPRD Blora terkait peredaran pupuk NPK palsu. (iNews/Heri Purnomo)

BLORA, iNews.id – Salah seorang aktivis di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menemukan sejumlah pupuk NPK diduga palsu. Penemuan itu setelah di uji laboratorium di  Fakultas Pertanian ITB dan UGM.

Hasilnya, kandungan dalam NPK tersebut rendah. Sehingga jika digunakan untuk tanaman hasil panennya rendah, kualitas dan kuantitasnya jelek dan padinya patah-patah.

"Namanya apa kalau tidak palsu, NPK itu kan kandungannya N 15 persen, P 15 persen, K 15 persen. sedangkan yang saya jumpai dilapangan, hasil labnya kandungan N 1 persen, P 1 persen, K 1 persen. Ini kan mencederai SNI karena dalam SNI menyebutkan minimal kandungan NPK itu 8,8,8," kata Singgih Hartono, Ketua LSM Ampera Blora usai audensi dengan Komisi B DPRD setempat, Kamis (4/3/2021).

Menurutnya, antara tulisan yang tertera di packing (sak) tidak sesuai dengan kandungan pupuk didalamnya. Tulisan di zak kandungan NPK nya tertera 15, 15, 15, tapi setelah di lab hasilnya 1, 1, 1.

"Ini kan namanya menipu petani. Kasihan petani tahu, ia tidak tahu setelah dipakai memupuk tanamnanya hasilnya tidak sesuai. Berasnya patah patah," katanya.

Untuk itu, pihaknya datang ke DPRD meminta stakeholder terkait menindaklanjuti temuan ini. Jangan karena sudah punya izin edar, izin produksi dan izin lainya terus dibiarkan saja.

"Saya minta dengan beredarnya pupuk ini di Blora, yang sudah merugikan petani harus ditindak sesuai aturan. Semua yang sudah diproduksi, ya pasti sudah ada ijin edar dan sebangainya. Tapi ini kan menipu namanya, bisa dikatakan palsu," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Blora, Sarmidi tidak berani mengatakan kalau pupuk itu palsu. Meskipun pihaknya yang telah menemukan pupuk jenis NPK ini, beredar dan tersebar di sebagian besar wilayah Blora.

"Kalau dikatakan palsu, menurut saya tidak ya. Karena perijinannya komplit, cuma antara komposisi yang tercantum dengan hasil uji lab tidak sama. Kami juga menunggu hasil lab tersebut," kata Sarmidi.

Pihaknya tetap akan menunggu hasil lab yang belum keluar. Namun demikian jika nanti terbukti kandungannya berbeda dengan komposisi yang tertera di packing (zak) pihaknya akan melaporkan ke Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida.

Sedangkan Kepala Bagian atau Asistent Vais President (AVP) PT Petrokimia Gresik wilayah Jawa Tengah Andi Susilo mengaku tidak terganggu dengan adanya pupuk yang diduga palsu.

"Itu kan bukan kelas kami, meskipun pupuk tersebut sudah mengantongi ijin dari Pemerintah. Dan kami sendiri juga membuat pupuk non subsidi yang kandungannya sesuai SNI," kata Andi.

"Kalau kami tidak merasa terganggu, karena baik Petrokimia maupun Pusri produknya jelas. Dan kami tidak bisa berbuat apa apa karena pupuk tersebut juga punya ijin dari Pemerintah. Kalau ada yang mengatakan palsu, itu kan kan karena kandungan yang tertera disitu dengan hasil uji lab tidak sesuai," ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut